Home » » Umuh Minta Semua Pihak Teladani Pendiri PSSI

Umuh Minta Semua Pihak Teladani Pendiri PSSI

Miris, ini yang dirasakan Umuh Muchtar. Dia berduka, di saat PSSI merayakan hari jadinya ke-85 pada 19 April lalu, Menpora RI malah membekukan federasi tertinggi sepak bola Indonesia itu.

Ya, sehari sebelum PSSI menginjak usia ke-85 tahun, federasi tertinggi sepak bola Indonesia ini justru dibekukan pemerintah lewat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, Sabtu (18/4).

Sepulangnya mengikuti Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Surabaya, Sabtu (18/4), begitu tiba di Bandung pada Minggu (19/4) pukul 12.30 WIB, Umuh langsung menyempatkan diri berziarah ke makam pendiri PSSI, almarhum Soeratin Sosrosoegondo, di kompleks pemakaman Sirnaraga, Jalan Pajajaran Kota Bandung.

Saat berziarah, Umuh berdoa semoga jiwa patriotisme dengan didasari keikhlasan untuk memajukan sepak bola Indonesia, seperti dimiliki Ir Soeratin semasa mendirikan PSSI, kembali hadir di setiap pribadi para pengurus PSSI saat ini.

"Sampai sekarang, pengurus PSSI ini belum ada yang rela dan tulus kayak Pak Soeratin. Dia tidak ada tendensi apa-apa, Pak Soeratin itu tidak ada kepentingan apapun perjuangannya benar-benar ingin memajukan sepak bola," jelas Umuh.

Umuh menuturkan, ketulusan Soeratin semasa hidupnya dalam membangun sepak bola sebagai salah satu alat perjuangan rakyat patut menjadi teladan. Bahkan, dia begitu kagum saat pendiri PSSI itu tidak sedikitpun mengambil keuntungan dan malah harta pribadinyalah yang dikorbankan untuk sepak bola.

Untuk itu, Umuh mengajak segenap pegiat sepak bola untuk kembali memahami dan menggali perjuangan Soeratin dalam membangun sepak bola. Sebab, dia menilai persepakbolaan Indonesia saat ini sudah kian terpuruk.

"Jiwa perjuangan Pak Soeratin ini harus kita tiru. Ya diharapkan semua pengurus PSSI bisa mengikuti sepak terjang beliau yang benar-benar memperjuangkan sepak bola tanpa ada kepentingan," tegasnya.

Dalam sepak bola lanjut Umuh, merupakan olahraga semua kalangan masyarakat, tanpa mengenal adanya perbedaan suku, agama, ras, kasta sosial, ataupun strata ekonomi.  Sehingga, sambung dia, jangan sampai dicederai kepentingan pribadi maupun golongan.

Justru, Umuh menilai, sepak bola ini merupakan salah satu alat pemersatu bangsa. Terlebih, menurutnya, jika kembali merunut pada ihwal pendiriannya, PSSI dibuat sebagai alat perjuangan menentang penjajahan.

"Olahraga ini bukan hanya untuk sepak bola saja, bukan hanya untuk hiburan saja, tapi untuk menyatukan bangsa Indonesia dan bahkan untuk kedamaian juga," ungkapnya.

Umuh mewanti-wanti, apabila sepak bola sudah dicampuradukkan dengan kepentingan pribadi maupun golongan, maka dikhawatirkan perkembangan kualitas dan kuantitas sepak bola Tanah Air semakin bobrok. Jika hal ini sampai terjadi, dia melihat akan banyak merugikan sebagian besar masyarakat Indonesia.

"Kalau sekarang di bawa ke salah satu kepentingan-kepentingan,  ini yang berbahaya dan sangat menyakitkan. Akhirnya seperti sekarang ini, karena  semua punya ego," Umuh memungkasi. (ddy)

Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lugas Media - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger