Home » » Serangan Fajar di Pilkada Rendahkan Rakyat

Serangan Fajar di Pilkada Rendahkan Rakyat

INILIHCOM, Jakarta - Peneliti politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan, bagi-bagi uang atau serangan fajar dalam pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah telah merendahkan harkat dan martabat masyarkat.



Sebab, dengan adanya pembagian uang itu masyarakat tidak bisa menentukan pilihan masing-masing. Mereka akan terikat atau tersandera lantaran sudah menerima uang dari salah satu kontestan. Sejatinya mereka punya pilihannya masing-masing.



"Ternyata Pemilu dan Pilkada belum bisa mengantarkan rakyat Indonesia berdaulat. Kenapa, ternyata setiap pemilu dan pilkada ada mobilisasi negatif, misalnya membeli suara. Itu menistakan harkat dan martabat masyarkat," kata Siti di Jakarta, Minggu (19/4/2015).



Menurutnya, pembelian suara dan bagi-bagi uang masih terjadi karena pendidikan politik pada masyarakat masih minim. Untuk itu sedianya masyarakat bisa tahu apa akibat dari tindakan menerima duit tersebut.



"Kalau di luar negeri (yang bagi-bagi duit) akan digampari oleh rakyat. karena rakyat merasa dicemooh," ujar Siti.



Dia berharap pada calon kepala daerah tidak melakukan tindakan itu kembali. Dimana tidak lama lagi pemilihan kepala daerah akan dilakukan. Tepatnya bulan Desember 2015.



"Sampai kapan parpol mau melakukan ini, berhenti mendzholimi bangsa, masyarakat," kata Siti.[jat]


Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lugas Media - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger