MANAJER Persib Bandung Umuh Muchtar menilai almarhum Soeratin Sosro Soegondo sepatutnya harus sudah mendapatkan pengakuan negara dan ditetapkan sebagai pahlawan nasional.
Umuh menjelaskan, perjuangan Soeratin dalam mendirikan PSSI sebagai tonggak lahirnya persepakbolaan Indonesia seharusnya sudah cukup dijadikan dasar agar almarhum menjadi seorang pahlawan nasional, layaknya Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pendidikan, ataupun Bung Tomo sebagai pejuang perang.
"(Jadi pahlawan nasional) Insya Allah, Pak Soeratin semua juga sudah tahu. Sampai meninggal juga semua bisa menghormati beliau karena ada jasanya, dan sangat besar bagi sepak bola Indonesia," ujar Umuh.
Dia menambahkan, apalagi jika harus menggali lebih dalam pengorbanan dari Soeratin semasa membangun PSSI, menurutnya, almarhum ini bahkan merelakan harta dan meninggalkan pekerjaan dengan gaji tinggi demi mengurus PSSI yang didirikannya.
Umuh menilai, dengan ditetapkannya Soeratin sebagai pahlawan nasional merupakan sebagian kecil bentuk penghargaan negara terhadap kepahlawanannya. Dia mengingatkan, jangan sampai bangsa Indonesia ini melupakan jasa almarhum dalam membangun sepak bola Tanah Air.
"Soeratin kan sangat berjasa, tidak lupa dengan jasa-jasa semua orang. Jangan sampai kacang lupa akan kulitnya, harus ada perhatian. karena beli juga turut berjuang menyatukan masyarakat Indonesia melalui sepak bola," pungkasnya.
Ya, kondisi terkini sepak bola Indonesia jelas membuat miris, terlebih Ir Soeratin yang sudah mencurahkan hidupnya semata untuk sepak bola Indonesia. Dia sudah berkorban banyak. Dia memimpin PSSI selama 11 periode (waktu itu kongres berlangsung setahun sekali) bukan karena politik uang atau nafsu berkuasa, melainkan karena dia dianggap sebagai orang yang mampu, punya totalitas, dan mampu mengayomi berbagai insan sepak bola Indonesia. Meskipun itu artinya harus mengesampingkan kehidupan pribadi.
Hingga kini belum ada usaha maksimal menghargai jasa Soeratin selain namanya diabadikan di Piala Soeratin, kejuaraan junior. Dia sempat diusulkan sebagai pahlawan nasional melalui Rapat Paripurna Nasional PSSI 2005 (Kep/09/Raparnas/XI/2005) tetapi sayang, hingga kini gelar itu belum diperoleh karena masalah administrasi.
Tetapi dengan gelar pahlawan nasional atau tidak, dengan namanya disematkan sebagai nama stadion sepak bola atau tidak, nama Soeratin -dengan kelebihan dan kekurangannya- tetap akan harum di Indonesia, terlebih bagi publik pecinta sepak bola. (/ddy)
Pendiri PSSI Pahlawan Nasional
Related Templates
If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar