INILAHCOM, Jakarta - Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memprediksi peluncurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite mengoreksi atau memengaruhi alokasi pasokan BBM nasional di 2015.
Kepala BPH Migas, Andy Noorsaman Sommeng menyampaikan, dalam setahun kebutuhan pasokan BBM terus meningkat. Kebutuhan ini telah dianalisa sehingga penyaluran bisa terakomodasi secara baik ke masyarakat.
"Pasti ada kan, misalnya ada Premium, Pertamax, Pertamax plus lalu ada Pertalite, berarti ada persentase yang hilang," ujar Andy di Jakarta, Senin (20/4/2015).
Ia menambahkan, produk BBM baru itu bisa saja mengubah alokasi BBM jenis lain milik Pertamina, seperti pada produk Premium atau Pertamax. "Bisa saja, Premium atau Pertamax jadi berkurang," tuturnya.
Lebih lanjut Andy mengharapkan, agar peluncuran varian baru produk BBM dari Pertamina bisa menjangkau seluruh kalangan masyarakat, terutama persoalan banderol harga. Ia pun turut memberi arahan agar peluncuran produk BBM Pertalite tidak mengganggu kinerja keuangan Pertamina.
"Masyarakat harus mendapatkan harga yang terjangkau, badan usaha juga harus mendapatkan keuntungan sehingga ada pengembalian modal investasinya. Dan pemerintan menjalankan fungsinya sebagai policy maker," katanya.
Vice President Corporate and Communication, Pertamina, Wianda Pusponegoro sebelumnya memaparkan, tujuan peluncuran BBM Pertalite merupakan bagian dari memperkaya alternatif produk ke masyarakat.
Di samping, itu Pertamina turut melakukan arahan atas rekomendasi Tim Reformasi Tata Kelola Migas agar meniadakan secara bertahap RON 88 atau dikenal dengan Premium. Namun ia menegaskan, Premium di tahun ini akan tetap digelontorkan sesuai kebutuhan dan konsumsi masyarakat.
"Ini tidak serta merta menghapus RON 88. Kami tetap menggelontorkan Premium sesuai kebutuhan masyarakat," ujarnya. [jin]

0 komentar:
Posting Komentar