Home » » Firman: Liga Berhenti, Usia Dini Bisa Jadi Korban

Firman: Liga Berhenti, Usia Dini Bisa Jadi Korban

INILAHCOM, Bandung - Gelandang Persib Bandung, Firman Utina menilai pemain usia dini bakal menjadi korban dari pembekuan PSSI oleh Kemenpora. Dia prihatin pada kondisi persepakbolaan nasional saat ini.

Firman menilai, jalannya kompetisi di Indonesia sudah berjalan dengan baik. Terbukti setiap peserta berlomba menjadi tim profesional.

Menurutnya, perseteruan dua kubu tersebut bakal berimbas pada masa depan persepakbolaan di tanah air. Terutama bila ujungnya berbuah penalti dari FIFA.

"Seandai liga dihentikan banyak pemain yang menganggur, generasi kita yang mau berkembang tiba-tiba tidak ada tolak ukur sepakbola lagi," tutur Firman di Mess Persib, Jalan Ahmad Yani, Senin (20/4/2015).

Bila kompetisi lokal akhirnya berhenti, dia khawatir sulit menemukan generasi muda yang bisa diandalkan memperkuat timnas kelak.

"Saya punya anak laki-laki. Saya takut dia kecewa,  padahal kita masih butuh generasi yang baik suatu saat bisa bawa tim nasional," jelasnya.

Dia berharap polemik tersebut segera mendapat titik temu. Karena dia yakin kedua pihak pun sebenarnya memiliki misi yang sama, yakni membuat persepakbolaan nasional lebih maju.

Karena itu, pemain asal Menado, Sulawesi Tenggara ini ingin seluruh insan sepakbola Indonesia bisa satu suara dan satu tujuan.

Jika sampai ditindak oleh FIFA, tentu saja dia katakan akan mencedarai nama Indonesia. Karena, bakal menjadi gunjingan negara lainnya.

"Sayang negara kita besar, prestasi sudah lumayan bagus, jangan sampai jadi tontonan negara luar, tidak ingin seperti badut ditertawakan orang," ujar dia.

Sebagai pemain, Firman juga ingin dilibatkan untuk berkoordinasi dengan Menpora Imam Nahrowi guna membicarakan kelangsungan kompetisi.

"Kami sebagai pemain ingin bisa bertemu dengan Menpora, minimal dari setiap tim ada perwakilan dua orang yang koordinasikan seperti apa. Itu pun kalau diizinkan. Saya ingin  pemain ikut terlibat," harapnya.

Meski begitu, dia enggan terlalu dipusingkan oleh polemik tersebut. Dia bakal fokus menyiapkan diri untuk menghadapi New Radiant 29 April mendatang.

"Tetap berlatih ada pertandingan yang harus dihadapi lawan New Radiant. Saya tidak ingin berpolemik dulu, lebih baik fokus persiapkan tim ke Maladewa," pungkasnya. [hus]

Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lugas Media - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger