INILAHCOM. Warsawa -- Pemerintah Polandia memanggil duta besar AS di Warsawa untuk menuntut permintaan maaf direktur FBI James Comey, atas pernyataan soal Holocasut.
BBC.co.uk melaporkan Corney, dalam artikel di Washington Post, menulis beberapa orang Polandia terlibat dalam Holocaust.
Setelah Polandia mengajukan protes, Dubes AS Stephen Mull mengatakan AS percaya Nazi Jerman adalah satu-satunya pihak yang paling bertanggung jawab atas Holocaust.
Enam juta warga Polandia dibantai Nazi selama Perang Dunia II. Setengah dari mereka Yahudi.
Dalam artikel yang dipublikasikan, Kamis (16/4), Corney menulis; "Dalam pikiran mereka, para pembunuh dan kaki tangan Jerman; Polandia, Hongaria, dan di banyak tempat, merasa tidak melakukan sesuatu yang jahat."
"Mereka meyakinkan diri pembunuhan itu adalah tindakan benar yang harus dilakukan."
Pernyataan itu memicu gelombang protes di Polandia. Presiden Bronislaw Komorowski, kepada televisi Polandia, mengatakan; "Komentar Corney adalah penghinaan terhadap ribuan warga Polandia yang membantu orang Yahudi."
PM Polandia Ewa Kopacz mengatakan; "Bagi mereka yang tidak mampu menyajikan kebenaran sejarah dengan cara jujur, saya ingin katakan Polandia bukan pelaku tapi korban Perang Dunia II. Saya berharap pejabat AS memiliki pengetahuan sejarah yang penuh sebelum berbicara."
Dubes Mull, yang menghadiri upacara ulang tahun ke-72 Pemberontakan Ghetto Warsawa melawan Nazi, mengatakan telah menulis surat ke Corney bahwa Polandia menuduhnya memalsukan sejarah.
"Saya juga mengatakan pendapat bahwa Polandia bertanggung jawab atas Holocaust bukan sikap AS," ujar Dubes Mull.
Menurut Mull, pesan dari artikel Corney sebenarnya lebih luas. "Banyak orang, dibantu tidak atau dibantu Nazi, tidak cukup merespon kekejaman Nazi sejak awal. AS juga melakukannya.
Dituduh Terlibat Membantai Yahudi, Polandia Marah
Related Templates
If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar